SELAMAT DATANG DI PORTAL DARI MAHASISWA AWAK UNTUK INDONESIA                                                           DAPATKAN BERBAGAI TULISAN DAN OPINI TENTANG ISLAM, MINANGKABAU, NASIONAL DAN INTERNASIONAL, DUNIA MAHASISWA DAN YANG LAINNYA DI SINI                                                                                                                     

Google Fiber, menguntungkan atau merugikan Indonesia ?

by ridho zulandra 9 komentar


Mungkin beberapa orang telah mengetahui produk Google yang satu ini. Baru-baru ini Google meluncurkan produk terbarunya yaitu Google Fiber, sebuah layanan konektivitas internet dan TV berbayar. Google Fiber menggunakan Fiber Optic sebagai media komunikasinya. Dengan menggunakan Fiber Optic, proses transfer data menjadi lebih efektif dan efisien daripada menggunakan media lainnya seperti udara atau kabel telepon biasa. Kecepatan transfer data dapat meningkat berkali-kali lipat dan juga lebih stabil. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa media fiber optic merupakan media terbaik sebagai media transfer data.

Biaya yang dibutuhkan untuk membangun insfrastruktur jaringan fiber optic tidaklah sedikit karena kebanyakan fiber optic harus tertanam di dalam tanah, tidak seperti media udara yang tidak membutuhkan ruang khusus dan media kabel telepon yang hanya digantung di udara melalui sebuah tiang penyangga. Setiap tempat yang akan dilewatkan fiber optic harus dilakukan penggalian terlebih dahulu sebelum menanamnya ke dalam tanah. Hal itulah yang menjadikan layanan konektivitas internet dengan mengguankan fiber optic ini biasanya jauh lebih mahal dibandingkan menggunakan media yang lainnya.

Namun, produk baru yang ditawarkan Google ini tidalah begitu mahal seperti sebagaimana mestinya. Google hanya  mematok biaya $80/bulan untuk layanan internet dan $120/bulan untuk layanan internet dan Tv berbayar. Biaya yang setara dengan layanan internet dengan menggunakan kabel telepon biasa. Akan tetapi kecepatan akses internet yang didapat dari Google Fiber tersebut bukan main, yaitu 1 Gbps. Sebuah konektivitas dengan kecepatan super tinggi. Bandingkan dengan kecepatan akses internet rata-rata yang dirasakan penduduk Indonesia saat ini yang hanya 4,1 Mbps atau 1/244 kalinya dari kecepatan yang ditawarkan Google Fiber. Dengan kecepatan tersebut, download film HD yang biasanya membutuhkan waktu 25 - 30 menit, sekarang hanya butuh beberapa detik saja. Sedangkan kalau dibandingkan dengan layanan konektivitas internet media Fiber Optic dari provider lokal terbesar dan terbaik di Indonesia saat ini, dengan kecepatan 30 Mbps dibutuhkan biaya lebih kurang Rp 76 juta/bulan.

Akan tetapi, untuk saat ini Google Fiber hanya menjangkau wilayah USA saja, belum seluruh dunia. Namun, suatu saat layanan ini pasti bisa menjangkau seluruh dunia. Sekarang bayangkan apa yang terjadi ketika Google Fiber memasuki Indonesia. Seluruh masyarakat Indonesia pasti berpaling menggunakannya dan meninggalkan layanan internet yang digunakan saat ini. Keuntungan yang berlipat-lipat akan dirasakan masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana dengan provider internet lokasl Indonesia? Sebut saja Telkom Indonesia, Indosat, Bakrie Telecom, Bizz Net, First Media dan provider-provider lainnya, pasti akan mengalami kebangkrutan alias gulung tikar karena ditinggalkan pelanggan yang selama ini menggunakan jasa mereka. Sebuah kerugian yang amat sangat besar.


Jadi, apakah Google Fiber menguntungkan atau malah merugikan Bangsa Indonesia? Biarlah masing-masing kita menjawabnya.


Followers