SELAMAT DATANG DI PORTAL DARI MAHASISWA AWAK UNTUK INDONESIA                                                           DAPATKAN BERBAGAI TULISAN DAN OPINI TENTANG ISLAM, MINANGKABAU, NASIONAL DAN INTERNASIONAL, DUNIA MAHASISWA DAN YANG LAINNYA DI SINI                                                                                                                     

Stikes Syedza Saintika Padang Mengutamakan Profesionalitas

by ridho zulandra 0 komentar








Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan pada tahun 2011 jumlah penduduk Indonesia adalah 241 juta jiwa lebih. Misalkan saja setiap seribu orang membutuhkan satu orang tenaga kesehatan (baik dokter, bidan maupun perawat), berarti jumlah minimal yang harus tersedia adalah 241 ribu. Namun, hal itulah yang menjadi masalah negara. Jumlah tenaga kesehatan tersebut dinilai masih minim bahkan sangat memperihatinkan. Namun, tentu saja tenaga kesehatan yang diharapkan tersebut bukanlah yang asal-asalan, melainkan yang mempunyai profesionalitas dan etos kerja yang bagus. Hal itulah yang melatarbelakangi Stikes Syedza Saintika untuk menghasilkan lulusan yang dibutuhkan masyarakat.

Stikes Syedza Saintika adalah sebuah pendidikan tinggi yang mengutamakan profesionalitas. Hal itu tercantum dalam visi Stikes Syedza Saintika yaitu menjadi pendidikan tinggi kesehatan yang profesional dengan dilandasi oleh nilai-nilai moral yang tinggi, kesabaran, ketabahan, keuletan dan berdaya saing. Adapun visi tersebut dijalankan dengan misi-misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi kesehatan yang profesional, bertanggungjawab dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
2. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang memiliki dedikasi yang tinggi dan kompetitif dalam menghadapi pasar tenaga kerja di era globalisasi,
3. Menemukan, mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan di bidang kesehatan,
4. Terlibat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,


Stikes yang dikelola oleh Yayasan Pengembangan Sumberdaya Manusia (YPSDM) ini memiliki tiga jurusan, yaitu Si Keperawatan, D3 Kebidanan dan S1 Ilmu kesehatan masyarakat (akan dibentuk). Demi kelancaran proses belajar mengajar, stikes ini juga ditunjang berbagai laboratorium dengan alat praktek yang lengkap demi kelancaran proses belajar mengajarnya, di antaranya Ruang Kuliah Full AC yang dilengkapi media pembelajaran seperti infokus dan laptop, Ruang Perpustakaan, Ruang Triase, Ruang KMB, Ruang KGD, Laboratorium 1, Laboratorium 3, Laboratorium Alat, Laboratorium Keperawatan Anak, Laboratorium Biomedik, Laboratorium Kep Jiwa dan Laboratorium Maternitas. Selain itu Gedung yang berlantai 3 ini juga merupakan milik sendiri dan bukan bangunan sewaan dari pihak lain. Dan di lingkungan kampus tersebut merupakan area Hot Spot (wi-fi) yang dapat digunakan oleh civitas akademika apabila ingin berselancar di dunia maya.

Perpustakaan

Fasilitas Lainnya

Stikes yang beralamat di jalan Prof Dr. Hamka no 228, Padang ini juga menonjolkan lulusan yang dapat bersaing ketika memasuki dunia kerja nanti baik dalam skala nasional maupun internasional. Lulusan tersebut dapat menjadi yang terbaik dari lulusan-lulusan sejenis lainnya. Dalam usaha mewujudkan usaha tersebut mahasiswa dan mahasiswi Stikes Syedza Saintika akan diberikan program percobaan latihan praktik langsung ke rumah sakit ataupun puskesmas. Selain itu juga ada program studi banding ke luar negeri seperti Australia.

Untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut, Stikes Syedza Saintika melakukan kerjasama dengan beberapa instansi-instansi terkait, di antaranya :
1. Faculty of Health of Deakin University of Australia,
2. Rumah Sakit Mahkota Medical Malaka,
3. RSUP. DR. M. Djamil, Padang,
4. RSUD. DR. Rasidin, Padang,
5. RSUD Padang Panjang,
6. Fakultas Kedokteran Unviersitas Andalas, Padang,
7. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan,
8. Rumah Sakit DR. Reksodiwiryo, Padang,
9. Dinas Kesehatan Kota Padang,
10. Rumah Sakit Bunda Medical Centre, Padang
11. Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang,
12. Bidan praktek swasta yang ada di Kota Padang,
13. Bidan praktek swasta yang ada di Pesisir Selatan,
serta instansi-instansi lainnya.

Untuk mewujudkan pendidikan yang layak dan dapat dicapai oleh seluruh kalangan masyarakat, tersedia beasiswa dari Drjen DIKTI dan Yayasan Pengembangan Sumberdaya Manusia Sumbar serta daru Bank BTN. Dan dalam kegiatan perkuliahan, mahasiwa tidak hanya dihadapkan pada kompetensi semata, akan tetapi juga disuguhkan dengan perbekalan pendidikan shooting ability, sperti proclivity training, pengembangan spiritual dan kepribadian. Hal itu dikarenakan lulusan yang dibutuhkan tidak hanya pintar dalam konsep kompetensi saja, tapi juga harus memiliki moral dan akhlak yang bagus.


website resmi Stikes Syedza Saintika : http://www.syedzasaintika.ac.id


SMAN 10 Padang, Sekolah yang Mengutamakan Manajemen Mutu

by ridho zulandra 0 komentar


Sekolah merupakan bagian terpenting untuk dapat terselenggaranya pendidikan. Tidak ada sekolah, maka otomatis jalannya pendidikan juga akan terhambat. Akan tetapi sekolah yang diharapkan bukanlah sekolah yang sekedar ada siswa dan guru semata, melainkan sekolah yang juga mempunyai mutu karena tanpa mutu yang bagus, tujuan dari sekolah sebagai tempat untuk mendidik tidak akan berjalan efektif. Hal itulah yang jadi pertimbangan SMAN 10 Padang untuk tetap menjaga kualitas mutunya.

Seluruh civitas akademika SMAN 10 Padang telah berupaya agar mutu tersebut dapat tercapai. Berbagai aturanpun telah dibuat sebagai instrumen untuk mempermudahnya, seperti aturan-aturan mengenai tata tertib kesiswaan, aturan-aturan yang ditujukan untuk para guru, aturan untuk komite sekolah maupun aturan tentang akademik dan non akademik.

Selain itu, sebagai wujud keseriusan untuk menciptakan mutu yang bagus, berbagai sarana dan prasaranapun telah dilengkapi. Tercatat ruang kepala sekolah 1 ruangan,ruang wakil kepala sekolah 1 ruangan, ruang administrasi 1 ruangan, ruang guru 1 ruangan dan ruang TRRC 1 ruangan. Selain itu, untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, ada ruang PBM 23 kelas, ruang laboratorium IPA 2 kelas, ruang laboratorium komputer 2 kelas, ruang laboratorium agama 1 kelas ruang BK 1 ruangan dan pustaka 1 ruangan. Dan untuk menunjang kegiatan kesiswaan, terdapat ruangan khusus untuk OSIS (Organisasi Intra Sekolah) dan ruang PMR 1 ruangan. Agar civitas dapat tetap beribadah dengan nyaman walaupun dalam lingkungan sekolah, maka dibuatlah Masjid yang berada dalam lingkungan SMAN 10 Padang yang dinamakan Masjid Ar Raudah.

Walaupun berada di kawasan tengah kota yang notabene penuh akan pembanguan, sekolah yang merupakan Rintisan Bertaraf Internasional ini tidaklah melupakan aspek lingkungan yang ramah dan asri. Hal itu dikarenakan untuk menjaga mutu yang bagus tidak akan bisa tercapai jika situasi lingkungannya sendiri tidak bagus. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya dengan dibuatkan taman-taman yang dimiliki oleh masing-masing kelas. Dan pada akhir semester akan dilakukan penilaian terhadap taman-taman kelas tersebut sehingga para siswa akan termotivasi untuk menciptakan suasana yang ramah lingkungan. Selain itu, juga telah dibuat kolam dan kawasan kebun sekolah untuk menunjang terciptanya suasana yang asri dan kawasan ramah lingkungan.

Namun, semua itu tidak akan ada gunanya apabila tidak ada output yang bagus yang merupakan bukti dari kesuksesan manajemen mutu tersebut. Hal itulah yang telah dipegang SMAN 10 Padang. terbukti SMAN 10 padang telah memperoleh banyak prestasi. Dari tahun ke tahun semakin prestasi demi prestasi yang didapatkan. Mulai dari siswa, guru, maupun dari keseluruhan pihak sekolah. SMAN 10 padang tercatat selalu mengirimkan utusan untuk berlaga ke tingkat nasional setiap tahunnya. Selain dari juara dan piagam yang didapat di tingkat provinsi ataupun kota. Prestasi itu tidak hanya dari bidang akademik saja, tapi juga bidang non akademik seperti musik, olahraga, karya tulis dan lainnya. Dari guru sendiri tidak kalah hebatnya, Tahun 2007, salah satu guru SMAN 10 Padang berhasil mencatatkan diri sebagai guru terbaik III tingkat Kota. Tahun 2008 juga berhasil memperoleh terbaik III tingkat Kota, tahun 2009 terbaik I, terbaik IV tingkat kota, terbaik IV tingkat Provinsi dan tahun 2011 terbaik III tingkat kota.

Berbagai prediket telah diraih SMAN 10 Padang, seperti Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, piloting Sekolah Berkarakter Pendidikan Bangsa, piloting Sekolah Bernuansa Surau dan saat ini sedang menuju kepada Sekolah yang Berbasis IT. Semua itu tidak akan terwujud jika tidak ada dukungan dari semua pihak seperti siswa, guru, komite, orang tua siswa maupun lingkungan sekitar.


The Kmers dan Spartacks Selesaikan Permasalahan Secara Kekeluargaan

by ridho zulandra 1 komentar















Memang perselisihan hanya mendatangkan banyak kerugian bagi pihak yang berselisih tersebut. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh The Kmers dan Spartacks setelah gesekan yang terjadi tangal 17 Desember yang lalu. Mereka menyadari tak ada pihak yang diuntungkan dari perselisihan tersebut, baik dari The Kmers ataupun Spartacks.

Terkait perselisihan tersebut, Dispora selaku badan yang mengayomi pemuda mengeluarkan pernyataan kepada The Kmers dan Spartacks untuk segera mengosongkan sekretariat kedua-duanya yang sama-sama berada di GOR H. Agus Salim. Pernyataan tersebut tertera dalam surat nomor 1088/Dispora-UPTD-GOR/XII-2011. Adapun jangka waktu yang diberikan untuk pengosongan adalah 3 hari terhitung sejak surat tersebut dikeluarkan, yaitu tanggal 20 Desember 2011.

Menanggapi tersebut, The Kmers dan Spartacks sangat menyayangkannya karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dibuat sepihak tanpa ada perundingan dengan The Kmers dan Spartacks sendiri. Masih ada jalan yang lebih baik daripada "pengusiran tersebut.

Jalan tersebut ditempuh mereka dengan melakukan pertemuan di kantor Dispora yang difasilitasi oleh Firdaus Ilyas selaku pembina Spartacks dan juga penasehat The Kmers pada tanggal 23 Desember. Dari pertemuan tersebut mereka menyepakati penyelesaian masalah secara kekeluargaan dan akan melakukan pembenahan diri dalam jangka waktu 7 hari. Selain itu mereka juga mengirimkan surat balasan kepada Dispora yang berisi bahwa mereka akan berjanji untuk saling menjaga keharmonisan di antara mereka


The Kmers, Real Suporter Semen Padang yang Berlandaskan Loyalitas Tanpa Batas

by ridho zulandra 0 komentar



Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang paling diminati di dunia, terutama oleh kalangan pria. Sepakbola dapat diibaratkan sebagai sebuah virus yang menggerogoti inangnya. Virus tersebut juga telah hinggap kepada The Kmers (Kabau Merah Fans Club).

The Kmers adalah suatu organisasi perkumpulan pecinta tim Semen Padang FC, salah satu tim sepakbola Indonesia. Walaupun dalam wadah organisasi, perkumpulan ini tetaplah berlandaskan kepada asas kekeluargaan. Setiap yang tergabung dalam The Kmers adalah saudara bagi The Kmers yang lainnya. Saking kuatnya hubungan tersebut sehinnga The Kmers dapat dikatakan sebuah keluarga besar yang mencintai Semen Padang sampai mati.

Sebagai pecinta Semen Padang FC, suporter berdiri sejak tahun 2001 ini mempunyai tujuan untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya tersebut. Dukungan tersebut tidak hanya terbatas dalam pertangdingan saja, namun juga di luar pertandingan. Dalam pertandingan, The Kmers memberikan dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai hal, seperti mengawal pemain di saat dalam perjalanan menuju stadion, merayakan berbagai event yang berhubungan dengan Semen Padang dan berbagai hal yang lainnya. Dapat dikatakan bahwa The Kmers merupakan pemain ke 12 Semen Padang.



The Kmers selalu mendukung Semen Padang dalam situasi apapun. Tidak hanya ketika Semen Padang FC berada di atas saja. Saat berada di bawahpun, The Kmers selalu ada. Seperti saat Semen Padang tergradasi ke divisi utama, dukungan tersebut terus mengalir seakan tiada hentinya. Semenjak The Kmers lahir 10 tahun lalu, dukungan yang tiada henti terus diberikan, karena The Kmers yakin bahwa walaupun sedang di bawah, Semen Padang tetaplah Semen Padang.

Rasa cinta tersebut telah menjadikan The Kmers sekarang sudah tersebar di seluruh indonesia, mulai dari ujung barat sampai ujung timur dengan pusatnya di Kota Padang. Hal itu karena The Kmers tidak ingin hanya menemani Semen Padang ketika berlaga di kandang saja, namun juga di luar kandang.

The Kmers ketika di halaman Gelora Bung Karno, Jakarta

The Kmers ketika berada di halaman Gelora Sepuluh November, Surabaya

Namun, tidak seperti kebanyakan suporter yang lainnya, The Kmers sangat tidak suka dengan yang namanya anarkis dan provokasi. Karena tindakan anarkis dan provokasi hanya merugikan diri sendiri dan tim yang dicintainya, Semen Padang. The Kmers selalu berusaha agar tidak ada tindak yang seperti demikian. Hal inilah yang menjadi dasar slogan The Kmers "no provokator, no anarkis dalam membela tim kesayangan, Semen padang FC, Loyalitas Tanpa Batas". The Kmers hanya bergerak jika ada yang mengganggu anggota keluarganya, seperti pepatah Minang "musuah pantang di cari, basuo pantang diilakan".

Selain itu, The Kmers juga merupakan suporter yang resmi dan diakui baik oleh Semen Padang sendiri, kelompok suporter tim lain, maupun oleh Asosiasi Suporter Sepakbola Indonesia (ASSI). Sehingga The Kmers merupakan satu-satunya suporter yang merupakan bagian dari manajemen tim.



Teknologi Membunuh Lowongan Pekerjaan

by ridho zulandra 2 komentar


Ketika mendengar kata-kata Teknologi apa yang ada dalam pikiran anda? Sebuah alat untuk mempermudah pekerjaan manusia? Sebuah alat yang bergitu canggih? Mungkin kedua pernyataan tersebut tidaklah salah. Teknologi awalnya diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia dan teknologi itu sendiri merupakan alat yang canggih. Namun, secara tidak sadar teknologi telah membunuh banyak lowongan pekerjaan.

Salah satunya yaitu pekerjaan pengantar surat. Dahulu banyak orang yang menggunakan surat untuk melakukan komunikasi dengan orang yang jauh. Akan tetapi saat sekarang ini surat tidak begitu menarik lagi. Dengan alasan lebih simpel dan tida mengeluarkan banyak biaya, mereka lebih sering menggunakan e-mail (Surat Elekotronik). Hal itu jelas mengurangkan jatah kerja dari pengirim surat dan dampaknya jumlah pengantar surat yang dibutuhkan juga sedikit. Dari hal itu dapatlah disebut teknologi membunuh lowongan pekerjaan.

Selain dari itu contoh lainnya adalah mesin bajak. Dahulu kalau orang ingin membajak sawahnya menggunakan tenaga orang. Dan apabila sawah yang dipunyai cukup luas tentu saja orang yang dibutuhkan juga uas. Hal itu jelas dapat menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun, sekarang sejak ditemukannya mesin bajak, sawah tidak lagi membutuhkan tenaga orang yang banyak untuk membajak. Hal itu juga dapat jatah orang yang bekerja untuk mengerjakannya. Dan lagi-lagi teknologi membunuh lowongan pekerjaan.


Followers