SELAMAT DATANG DI PORTAL DARI MAHASISWA AWAK UNTUK INDONESIA                                                           DAPATKAN BERBAGAI TULISAN DAN OPINI TENTANG ISLAM, MINANGKABAU, NASIONAL DAN INTERNASIONAL, DUNIA MAHASISWA DAN YANG LAINNYA DI SINI                                                                                                                     
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan

Museum Adityawarman, warisan budaya yang mulai ditinggalkan

by ridho zulandra 0 komentar

Bagi masyarakat Sumatera Barat, pada saat memasuki musim liburan banyak keluarga yang menghabiskan waktunya di berbagai tempat wisata, baik itu wisata alam seperti puncak, kebun teh, panorama maupun wisata buatan seperti water park, taman rekreasi dan pusat perbelanjaan. Kebanyakan dari mereka bertujuan untuk mencari hiburan atau sekedar merefreshkan pikiran dari kegiatan rutin yang selama ini mereka lakukan. Namun ada satu tempat yang saat ini sangat jarang menjadi tujuan wisata, yaitu Museum Adityawarman.


Museum yang berlokasi di jalan Diponegoro no 10, Kota Padang ini sudah keliatan tidak ramai lagi seperti beberapa tahun sebelumnya. Animo masyarakat untuk mengunjunginya sudah dikalahkan oleh tempat-tempat wisata lainnya. Sehingga baik dalam musim liburan maupun hari-hari biasa museum ini tetap sepi pengunjung, hanya beberapa orang saja tiap harinya.
Padahal sebenarnya banyak hal yang bisa dipelajari di sana. Ada banyak ulasan budaya dan sejarah Minangkabau di dalamnya, seperti makanan-makanan khas daerah Minangkabau, pakaian-pakaian untuk berbagai acara adat, peta kanagarian, maupun benda-benda peninggalan sejarah. Terdapat 10 macam jenis koleksi di dalamnya, yaitu Historika, Etnografika, Geologikal, Biologikal, Keramalogika, Arkeologika, Teknalogika, Numismatika, Fitologika dan Seni Rupa. 



Museum yang diresmikan pada tanggal 16 Maret 1977 oleh Mendikbud, Prof. DR. Syarif Thayeb ini berada di bawah wewenang pemerintah daerah provinsi Sumatera Barat. Museum ini terletak di sebelah ujung utara di dalam taman melati, Padang. Di halaman depannya terdapat taman dan dihiasi dengan sebuah kolam. Pada tangga masuk museum ada patung-patung laki-laki dan perempuan yang sedang mengenakan pakaian adat sebagai simbol selamat datang dan pada sebelah kiri dan kanan museum juga terdapat rangkiang. Nama museum ini diambil dari nama salah seorang raja yang pernah berkuasa di Minangkabau, yaitu Adityawarman, pada tahun 1347 - 1375, semasa dengan kerajaan Majapahit. 
Melihat begitu banyaknya ilmu dan catatan sejarah dari museum ini tidak ada salahnya apabila masyarakat Sumatera Barat menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata utama keluarga, wisata Sumatera Barat umumnya Padang khususnya.


Sitinjau Lauik, Mutiara yang Tersembunyi di Alam Sumatera Barat

by ridho zulandra 2 komentar

Mungkin ruas jalan Sitinjau Lauik tidak begitu familiar di telinga masyarakat luar Sumatera Barat dan bahkan keberadaannya tidak diketahui, akan tetapi di kalangan masyarakat Sumatera Barat, Sitinjau Lauik merupakan salah satu tempat yang sangat dikenal dan favorit. Selain karena merupakan jalur transportasi, juga disebabkan begitu indahnya pemandangan yang ditawarkan ketika melewatinya.

Jalan penghubung antara Kota Padang dan Kota Solok ini berbatasan langsung dengan Jalan Raya Indarung, Padang. Berjarak lebih kurang 15 menit dari PT. Semen Padang dan 1 jam dari pusat Kota Padang. Jalan ini berada pada ketinggian lebih kurang 220 meter dari permukaan laut. Ketinggian tersebut menyebabkan suasana berhawa dingin.



Dari Sitinjau Lauik, kita dapat menikmati pemandangan Kota Padang secara langsung dilihat dari atas. Hamparan sebuah kota yang sangat jarang dilihat secara keseluruhan. Panorama yang sangat indah sekiranya dapat membuat pikiran menjadi fresh. Di pagi hari, sore hari dan malam hari dapat dirasakan kabut dan embun yang menandakan betapa bebasnya daerah ini dari polusi udara. Lampu-lampu rumah perkotaaan dan lampu kendaraan-kendaraan yang berada di bawah (Kota Padang) menambah pesona Sitinjau Lauik pada malam hari.


Sayangnya, jalan yang di apit tebing dan jurang ini masih belum mendapatkan perhatian yang khusus dari pemerintah. Hal tersebut ditandai dengan masih kurangnya pengaman pembatas jalan dengan jurang dan kurangnya lampu penerangan jalan. Hal tersebut tentu saja menyebabkan berbahayanya jalan tersebut mengingat akan rawannya kecelakaan yang akan terjadi. Kedepannya  sangat diharapkan perbaikan dilaukan pemerintah baik dari infrastruktur keamanan maupun petugas yang akan membuat pengguna merasa nyaman.




Kerajaan Pagaruyung, Kerajaan Emas Minangkabau

by ridho zulandra 3 komentar


Sudah hal yang diketahui umum bahwa pada zaman dahulu Indonesia mempunyai sejumlah kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Kerajaan Samudera Pasai di Aceh sampai kepada Kerajaan Sekar Fak Fak di Papua. Di antara kerajaan-kerajaan tersebut yang memiliki kekuatan yang cukup kuat adalah Kerajaan Majapahit, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Singosari, dan Kerajaan Demak. Namun, pernahkah anda mendengar bahwa sebenarnya masih ada kerajaan yang memiliki kekuatan yang tidak diragukan lagi, tapi anda sendiri jarang mendengarnya? Itulah yang terjadi pada Kerajaan Pagaruyung.

Kerajaan Pagaruyung adalah Kerajaan yang wilayah kekuasaannya meliputi Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya. Nama Pagaruyung diambill diambil dari daerah tempat kerajaan tersebut berada, yaitu daerah Pagaruyung. Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh Adityawarman pada tahun 1347 seperti yang tertulis pada bagian belakang Archa Amoghapasa. Adityawarman adalah putra dari Mahesa Anabrang, yang merupakan panglima perang Kerajaan Sriwijaya dan Dara Jingga, putri dari Kerajaan Dharmasraya.

Adityawarman awalnya hanya merupakan seorang raja bawahan dari Kerajaan Majapahit yang bertugas untuk menguasai daerah-daerah di Sumatera. Namun, dalam perkembangannya Adityawarman berusaha untuk melepaskan diri. Setelah mengetahui hal tersebut, Kerajaan Majapahit mengutus bala tentara untuk menumpas Adityawarman dan terjadi peperangan di daerah Sibusuk, Padang. Konon daerah ini dinamakan Sibusuk karena banyak terdapat mayat akibat peperangan terssebut. Dan akhirnya tentara dari Adityawarman berhasil mengusir tentara dari Jawa tersebut.

Setelah masa Adityawarman, dilanjutkan oleh pemerintahan masa Ananggawarman. Pada masa pemerintahan kedua raja ini, Kerajaan Pagaruyung memasuki masa kejayaannya. terbukti dengan bertumbuh pesatnya kemakmuran masyarakat pada masa itu dan juga berkembangnya usaha pertanian rakyat secara significant. Selain itu, daerah Sumatera Barat juga sempat menjadi pusat pendulangan dan perdagangan emas. Adapun bukti dari keemasan Kerajaan Pagaruyung lainnya adalah berkembangnya jalinan kerjasama antara Kerajaan Pagaruyung dengan kerajaan-kerajaan lainnya, seperti Kerajaan Talu di Pasaman Barat, Kerajaan Kumpulan di Pasaman Timur, Kerajaan Panai di Padang Lawas dan puluhan kerajaan lainnya. Bahkan kerjasama itu tidak hanya terjalin dengan kerajaan-kerajaan yang ada di daerah Sumatera Barat semata, melainkan juga kepada Kerajaan di luar Sumatera Barat, seperti Kerajaan Seribu Dolok di Tapanuli, Kerajaan Gunung Sahilan di Riau, Kerajaan Lubuk Kepayang di Jambi, Kerajaan Sungai Limau di Bengkulu, Kerajaan Gowa Tallo di Sulawesi Selatan, Kerajaan Sumbawa dan Ternate dan juga Kerajaan Negeri Sembilan di Malaysia.

Pengaruh Hindu-Buddha pernah memasuki wilayah Kerajaan ini pada abad ke 13, namun kurang menghasilkan dampak yang begitu significant. Selain itu, Islam juga memasuki Kerajaan ini dan diterima dengan baik oleh masyarakatnya. Terbukti dengan agama yang mayoritas dipeluk oleh kebanyakan masyarakat di wilayah ini sampai sekarang adalah agama Islam dan terciptanya sebuah pepatah yang berbunyi "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah", yang artinya adat berlandaskan pada syarak (agama), (agama berlandaskan kepada kitabullah (Al-Quran).

Kerajaan ini memasuki masa keruntuhannya sebelum perang paderi. Pada masa itu kaum adat di kawasan Pagaruyung (bangsawan) berhasil dibujuk Belanda dengan ketentuan Belanda akan menolong kaum adat untuk memerangi kaum Paderi, syaratnya Belanda mempunyai hak atas Pagaruyung tersebut.


Masakan Padang, masakan yang menggoda lidah nusantara

by ridho zulandra 2 komentar


Indonesia adalah negara yang kaya akan wisata kuliner, baik kuliner daerah maupun kuliner modern. Kuliner – kuliner tersebut berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah Masakan Padang yang berasal dari Sumatera Barat. Masakan ini cukup menggoda lidah nusantara, walaupun dari segi harga dapat dibilang cukup mahal. Terbukti dengan adanya Restoran Masakan Padang di seluruh Indonesia, baik dari Sabang sampai Merauke.
Salah satu menu yang terkenal dari Masakan Padang adalah rendang, sebuah menu yang terbuat dari santan yang dikeringkan dan dicampur dengan daging sapi. Selain bahan utama tersebut, juga ditambahkan campuran bumbu – bumbu yang terdiri dari cabai, lengkuas, serai, bawang dan aneka bahan – bahan lainnya. Menu ini sangat digemari oleh konsumen baik dari Indonesia maupun luar negeri. Sehingga pada tahun 2011 Rendang ditetapkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar “World’s 50 Most Delicious Food” melalui jejak pendapat pendapat internet yang digelar oleh CNN Internasional. Adapun contoh menu Masakan Padang yang lain adalah Soto Padang. Menu yang satu ini terbuat dari daging sapi, tulang iga, dan kuahnya yang dicampuri berbagai bumbu – bumbu masakan. Adapun ketertarikan konsumen terhadap soto padang tidak kalah dengan rendang.
Melihat tingginya peminat kmonsumen tersebut telah membuka peluang bagi pengusaha kuliner untuk membuka usaha restoran padang. Dan peluang tersebut tidaklah disia – siakan begitu saja mengingat keuntungan yang didapatkan dari segi bisnis yang cukup menjanjikan. Sebagai contohnya dengan dibukanya franchise restoran masakan padang yang bernama Restoran Sederhana. Dengan brand “Restoran Sederhana”, restoran ini menyediakan berbagai menu Masakan Padang. Dan dengan visi menjaga rasa yang asli dari bumbu pilihan dan bahan yang alami dan berkualitas, Restoran Sederhana ini telah menuai kesuksesan dan keuntungan yang tidak sedikit. Keuntungan itu dibuktikan dengan berkembangnya restoran ini menjadi sebuah franchise yang dikenal dan tersebar di berbagai wilayah seluruh Indonesia. Dari berbagai hal tersebut dapatlah disebutkan Masakan Padang sebagai masakan daerah yang telah menjadi masakan nasional.


Followers