SELAMAT DATANG DI PORTAL DARI MAHASISWA AWAK UNTUK INDONESIA                                                           DAPATKAN BERBAGAI TULISAN DAN OPINI TENTANG ISLAM, MINANGKABAU, NASIONAL DAN INTERNASIONAL, DUNIA MAHASISWA DAN YANG LAINNYA DI SINI                                                                                                                     
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

The Kmers dan Spartacks Selesaikan Permasalahan Secara Kekeluargaan

by ridho zulandra 1 komentar















Memang perselisihan hanya mendatangkan banyak kerugian bagi pihak yang berselisih tersebut. Setidaknya hal itulah yang dirasakan oleh The Kmers dan Spartacks setelah gesekan yang terjadi tangal 17 Desember yang lalu. Mereka menyadari tak ada pihak yang diuntungkan dari perselisihan tersebut, baik dari The Kmers ataupun Spartacks.

Terkait perselisihan tersebut, Dispora selaku badan yang mengayomi pemuda mengeluarkan pernyataan kepada The Kmers dan Spartacks untuk segera mengosongkan sekretariat kedua-duanya yang sama-sama berada di GOR H. Agus Salim. Pernyataan tersebut tertera dalam surat nomor 1088/Dispora-UPTD-GOR/XII-2011. Adapun jangka waktu yang diberikan untuk pengosongan adalah 3 hari terhitung sejak surat tersebut dikeluarkan, yaitu tanggal 20 Desember 2011.

Menanggapi tersebut, The Kmers dan Spartacks sangat menyayangkannya karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dibuat sepihak tanpa ada perundingan dengan The Kmers dan Spartacks sendiri. Masih ada jalan yang lebih baik daripada "pengusiran tersebut.

Jalan tersebut ditempuh mereka dengan melakukan pertemuan di kantor Dispora yang difasilitasi oleh Firdaus Ilyas selaku pembina Spartacks dan juga penasehat The Kmers pada tanggal 23 Desember. Dari pertemuan tersebut mereka menyepakati penyelesaian masalah secara kekeluargaan dan akan melakukan pembenahan diri dalam jangka waktu 7 hari. Selain itu mereka juga mengirimkan surat balasan kepada Dispora yang berisi bahwa mereka akan berjanji untuk saling menjaga keharmonisan di antara mereka


Di Kongo, SMS dan Jejaring Sosial Tidak Bisa Dipakai Lagi

by ridho zulandra 1 komentar

Zaman sekarang ini sms dan jejaring sosial merupakan hal yang wajar dan bisa dibilang sebagai kebutuhan. Tanpa itu semua mungkin akan banyak kendala yang dihadapi dalam berkomunikasi. Hal itu karena sms dan jejaring sosial dapat menyambung komunikasi walaupun dalam jarak yang sangat jauh. Namun, tidak selamanya pemakaian sms dan jejaring sosial tersebut dianggap positif. Pemerintah Kongo malah menganggapnya sebagai suatu yang berbahaya.

Sekarang sudah tidak dapat ditemukan lagi pengguna sms dan jejaring sosial di negara Kongo. Pasalnya pemerintahnya sudah mengeluarkan peraturan tentang larangan pemakaian sms dan jejaring sosial secara umum. Hal itu dikarenakan sms dan jejaring sosial dianggap sebagai sesuatu yang dapat mempermudah pergerakan melawan pemerintah, apalagi kondisi negara yang sedang berada dalam kekacauan pada saat akhir pemilihan presiden bulan lalu.

Pemerintah mengkhawatirkan penggunaannya dapat menghimpun massa secara diam-diam yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang telah sah. Metode ini sebelumnya telah diterapkan oleh negara lainnya, yaitu Mesir dan Suriah.

Sebagai dampaknya banyak kegiatan dan pekerjaan yang menjadi terbengkalai di negara itu sekarang ini. Pasalnya manusia tidak mampu untuk melakukan komunikasi dalam jarak yang jauh. Dan korban yang lebih parah lagi adalah para pendertia tunarungu. Sebelumnya mereka masih dapat berkomunikasi walau hanya sedikit dengan bantuan sms dan jejaring sosial tersebut, akan tetapi tidak lagi sekarang. Alih-lih ingin mencegah massa yang ingin menggulingkan pemerintahan, malah membuat hal yang lebih buruk lagi, yaitu lumpuhnya berbagai kergiatan termasuk perekonomian yang jelas-jelas sangat merugikan negara itu sendiri.


Realita yang Menyakitkan, Seorang Ibu yang Harus Bekerja Menjadi Supir Angkot di Hari Ibu

by ridho zulandra 2 komentar


Hari Ibu merupakan hari untuk memperingati semua jasa-jasa yang telah dilakukan seorang ibu dan pada hari itu Ibu dibebastugaskan dari semua pekerjaannya. Pada hari itu sang Ibu dimanjakan sebagaimana dia telah memanjakan anak-anaknya selama ini. Semua itu dilakukan karena jasa ibu yang begitu besar dan telah mengorbankan separuh dari waktu hidupnya untuk mengurus anak-anaknya, mulai dari kecil sampai dewasa.

Untuk negara Indonesia hari Ibu diperingati pada tanggal 22 Desember. Untuk Amerika dan 75 lebih negara lainnya merayakan hari ibu atau mothers day pada hari Minggu pekan kedua pada bulan Mei. Untuk beberapa negara Eropa dan Timur Tengah merayakan hari ibu atau Internasional Women's Day pada tanggal 8 Mater.

Namun, untuk Indonesia tidak semua ibu dapat merasakan hari ibu. Masih ada ibu yang harus tetap kerja keras untuk kelangsungan hidup keluarganya, bahkan harus melakukan pekerjaan yang tidak biasa karena umumnya dilakukan oleh laki-laki, yaitu sebagai supir angkot. Seperti yang dialami oleh Ibu Edies, wanita berumur 40an yang bekerja menjadi supir angkot di kota Bogor. Setiap hari dia harus setia untuk meluangkan waktunya menarik angkot jurusan Pasar Anyar-Citeureup itu. Dia mengaku semua itu dilakukannya demi menghidupi keluarganya.


Sebenarnya Ibu Edies dulu pernah bekerja sebagai staf pemasaran di sebuah perusahaan di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Dia berhenti dari pekerjaannya itu dikarenakan sebelum menikah, calon suaminya yang sekarang entah dimana menyuruhnya untuk lebih fokus mengurus rumah tangga daripada mementingkan pekerjaan. Namun, alih-alih mendapatkan naungan dari sang suami, dia malah harus bekerja sendiri untuk melangsungkan kehidupannya beserta dua anaknya yang masih berumur belasan tahun.

Ibu yang berwatak ceria dan sering tertawa tersebut mengaku bahwa dia sudah menjalani kehidupannya sebagai supir sejak tahun 2005 lalu. Tapi dia tidak akan menyerah kepada tantangan hidup walaupun seberat apapun itu, dan dia tidak tahu sampai kapan dia akan menjalaninya.


Jurusan Sistem Informasi ITS

by ridho zulandra 2 komentar



Seberapa canggihnya suatu teknologi, tetap saja tidak akan bisa bermanfaat apabila tidak adanya suatu sistem yang dapat mendayagunakan teknologi tersebut. Sistem tersebutlah yang mengatur bagaimana kinerja dari suatu teknologi dihubungkan dengan teknologi lainnya. Hal itulah yang mendasari akan pentingnya Jurusan Sistem Informasi atau yang lebih dikenal dengan SI.

Sebenarnya jurusan SI masih dalam satu rumpun dengan jurusan Teknik Informatika (TC). Perbedaan yang terdapat antara keduanya yaitu Jurusan Sistem Informasi mempelajari tentang bagaimana management dari IT(Information Teknologi), sedangkan Teknik Informatika lebih fokus kepada Teknik Programming. Maka dari itu, Sistem Informasi juga bisa disebut sebagai jurusan yang komplit karena didalamnya terdapat Teknik Informatika dan Management.



Saat sekarang ini tercatat lulusan dari SI masih bisa dibilang sedikit. Hal itu berbanding terbalik dengan kebutuhan negara yang memerlukan banyak tenaga IT Management. Atas dasar itulah, sebagai Institut yang turut membangun bangsa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga membuka Jurusan SI terhitung dimulai sejak tahun 2001. Awalnya, sebagai Jurusan yang baru terbentuk, cita-cita yang pertama dari Sistem Informasi adalah agar dapat dikenal di kancah nasional. Dan kini, dengan motto "They built it, we make fortune from it" cita-cita selanjutnya yaitu meyakinkan internasional lulusan dari Jurusan SI ITS dapat bersaing baik dengan lulusan Teknik Informatika ataupun lulusan berbasis IT lainnya di seluruh Indonesia.

Karena SI merupakan jurusan management IT, maka mata kuliah yang dipelajari di SI ITS tidak lepas dari pemrograman dan keterampilan management. Di antaraya yaitu Algoritma dan Pemrograman, Matematika Diskrit, Keterampilan Interpersonal, Sistem Fungsional Bisnis dan lain-lain. Pada 2 tahun awal walaupun tidak semuanya, tapi mahasiswa akan lebih cenderung akan menghadapi mata kuliah yang identik dengan pemrograman. Dan 2 tahun selanjutnya mahasiswa akan banyak mendapatkan mata kuliah tentang management.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Website Jurusan Sistem Informasi : http://si.its.ac.id/


Lagi-Lagi Pengguna Smart Phone Indonesia Harus bersabar

by ridho zulandra 2 komentar


Lagi-lagi pengguna smartphone masyarakat Indonesia harus bersabar menunggu kedatangan iPhone 4S. Pasalnya pemasaran gelombang ketiga pemasaran smartphone tersebut lagi-lagi belum menyentuh pasar Indonesia. Padahal seluruh pengguna smartphone Indonesia sudah menunggu-nunggu datangnya handphone yang menjadi fenomenal tersebut. Sungguh hal yang sangat disayangkan karena antusias yang begitu besar masih belum mendapatkan jawaban. Sekaligus merupakan situasi yang mengherankan mengingat Indonesia merupakan potensi pasar yang sangat subur kalau untuk persoalan gadget seperti smartphone. Selain itu, China juga mengalami hal yang sama dengan Indonesia.

Untuk gelombang ketiga tersebut, Apple selaku produsen iPhone menyambangi 20 negara di seluruh dunia. Dan diantara 20 negara tersebut, hampir semua negara di Asia Tenggara termasuk ke dalamnya, seperti Malaysia, Philipina, Vietnam dan Thailand. Dan untuk gelombang sebelumnya, Singapura telah terlebih dahulu dihampiri

16 negara di luar Asia Tenggara yang dihampiri iPhone 4S gelombang ketiga ini yaitu Bahrain, Chili, Mesir, Israel, Yordania, Kuwait, Maroko, Peru, Qatar, Arab Saudi, Brazil, Uni Emirat Arab, Tunisia, Peru, Rusia dan Taiwan. Untuk total dari negara-negara yang sudah dihampiri iPhone 4S sejak gelombang pertama pemasarannya, tercatat sudah ada 40 negara. yaitu 20 negara tersebut dan Austria, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Mexico, Belanda, Norwegia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swiss dan Singapura
.


ITS kembali menorehkan prestasi

by ridho zulandra 2 komentar


Apakah yang pertama kali yang melintas di pikiran anda ketika mendengar Institut Teknologi Sepuluh Nopember? Apakah sebuah Institut penuh penghargaan? Apakah Institut yang kaya akan mahasiswa berprestasi? Ya, semua itu memang benar. Kali ini ITS membuktikannya melalui dua kompetisi tahunan yang diadakan Ditjen Dikti Kemendikbud sekaligus. ITS menyabet gelar juara pertama pada Kontes Jembatan Indonesia (KJI) 2011 melalui Candra Prasetya, Rahmad Putra Juniazhar, Reza Arfany, dan Dika Aristia Prabowo. Sedangkan pada Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2011 ITS menyabet gelar juara ketiga melalui Chairul Aprianto, Aan Sulistiyatno, dan Wahyu Candra Prasetya.

Juara yang didapatkan oleh mahasiswa-mahasiswa tersebut tidaklah datang begitu saja, namun harus melalui banyak rintangan. Contohnya saja pada KJI yang dilaksanakn di Universitas Indonesia tersebut, rintangan tersulit yang dihadapi adalah adanya peraturan baru yang tidak mengizinkan penyambungan baja pada jembatan yang dibuat. Namun, hal itu tidak langsung membuat mereka patah semangat. Mereka mencoba untuk menggunakan metode baru yang dapat menggantikan penyambungan baja pada jembatan tersebut. Akhirnya metode cantilever secara penuhpun yang dipilih. Alhasil metode tersebut menjadi yang terbaik di antara peserta yang lainnya. Sebelumnya mereka telah menargetkan untuk dapat menjadi yang terbaik. Target tersebut diwujudkan dengan pengetesan metode jembatan yang mereka buat pada laboratorium struktur.

Begitu juga dengan juara tiga yang diperoleh pada KBGI. Usaha yang mereka lakukan tidaklah sedikit. Dimulai dari tahap awal perancangan dan penelitian sampai kepada persiapan menuju kontse. Pada saat pengumuman para juara, terbukti usaha keras yang mereka lakukan selama ini tidaklah sia-sia. Karena selain juara yang didapat tersebut, proposal yang mereka buat juga menempati pada urutan teratas. Dan hal itu semua sudah cukup untuk membayar kerja keras tersebut. Namun, kerja keras mereka tidak akan berhenti karena masih merupakan titik awal dari perjuangan mereka untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.



The Kmers dan Spartacks Lagi-Lagi Terlibat Tawuran

by ridho zulandra 3 komentar


Lagi-lagi suasana tawuran mewarnai Kota Padang. Kali ini yang terlibat tawiran adalah dua suporter Semen Padang. The Kmers dan Spartacks yang sama-sama mendukung tim Semen Padang lagi-lagi terlibat tawuran setelah laga Semen Padang vs Persiba yang dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2011. . Sunggah hal yang sangat disayangkan karena mengingat kedua kelompok suporter tersebut sejatinya mempunyai tujuan yang sama, yaitu sama-sama mendukung Semen Padang.

Suasana mulai memanas ketika di dalam stadion kedua belah pihak sudah saling ejek. Mungkin hal itu dikarenakan Semen Padang hanya mendapatkan poin 1 dari sebelumnya ditargetkan poin 3. Memang hal itu sangat membuat kekecewaan, akan tetapi tidak seharusnya mereka tawuran.

Setelah pertandingan usai, kedua suporter, The Kmers dan Spartacks langsung terlibat tawuran. Aksi saling lempar batupun tidak dapat terelakkan dari kedua belah pihak. Situasi tersebut cukup membuat geram warga setempat karena dapat membuat segala fasilitas yang ada rusak. Tidak lama setelah kejadian tersebut, aparat keamanan yang memang sudah berjaga di dalam lapangan langsung segera keluar untuk menghentikannya. Gerak cepat dari aparat keamanan tersebut dinilai sangat tepat sebelum terjadi tawuran yang lebih luas.

Setelah kejadian tersebut, pihak The Kmers dan Spartacks langsung mendapatkan surat dari Dispora yang berisi perintah untuk segera mengosongkan markas mereka masing-masing dan pindah ke tempat lainnya. Pasalnya markas keduanya dinilai cukup dekat yang sama-sama berada di Tribun GOR H. Agus Salim. Hal itu dilakukan dengan alasan bahwa tribun GOR diperuntukkan hanya untuk kantor dari cabang olahraga perwakilan daerah.

Setelah kejadian tersebut lagi-lagi yang dirugikan adalah The Kmers dan Spartacks sendiri. Mereka yang seharusnya bisa memiliki mabes yang berada di dekat stadion, harus pindah dari tempat tersebut. Andai saja, mereka dapat bekerja sama dengan tidak saling mengedepankan emosi, tentu saja hal itu tidak akan terjadi. Dan keharmonisan tersebut juga bakal membuat penonton yang berasal dari masyarakat umum tidak merasa takut untuk tetap terus menyaksikan laga Semen Padang secara langsung.


The Kmers Rayakan Ulang Tahun ke 10 dengan Menggalang Bantuan untuk Pesisir Selatan

by ridho zulandra 0 komentar


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa juga The Kmers sudah 10 tahun mendukung Tim Kebanggaannya. The Kmers selaku suporter Semen Padang FC sudah 10 tahun selalu menemani Tim Urang Awak tersebut berlaga di lapangan baik di kandang maupun di tandang. Tercatat tanggal 14 November 2011 The Kmers merayakan hari jadinya tersebut.

Sebagai suporter yang peduli terhadap keadaan di luar lapangan, The Kmers merayakan ulang tahunnya tersebut dengan menggalang bantuan terhadap korban banjir di Pesisr Selatan. Hal itu dikarenakan tak lama ini Pesisir Selatan mengalami musibah yang cukup besar, yaitu banjir. Banyak rumah warga yang hancur dikarenakan banjir tersebut. Dengan demikian diharapkan paradigma yang ada pada masyarakat akhir-akhir ini, yaitu suporter tim sepak bola hanya dapat bersorak di lapangan dan melakukan kerusuhan di luar lapangan dapat dihapuskan. The Kmers membuktikan bahwa tidak semua suporter yang berlaku demikian.



Bantuan untuk korban banjir Pesisir Selatan tersebut digalang dengan cara meminta sumbangan kepada pengguna jalan di beberapa lokasi, yaitu di Pdang dan di luar Padang. Untuk kota Padang ada 5 titik lokasi, yaitu di perempatan Telkom di Padang Baru, Olo, Lubuk Kilangan, Simpang Haru dan Aur Duri. Sebelumnya The Kmers sudah meminta izin kepada Satlantas Polresta Padang untuk sedikit keramaian ketika penggalangan bantuan tersebut karena The Kmers tidak ingin niat baik tersebut dilakukan tanpa prosedur yang jelas. Di lima titik tersebut, beberapa anggota The Kmers menyapa pengguna jalan dan menyodorkan sebuah kotak kardus yang bertuliskan "The Kmers peduli Banjir Pessel".

Setelah panggalangan tersebut selesai, bantuan akan dikirim langsung oleh The Kmers pada tanggal ulang tahunnya, yaitu 14 November 2011. Tercatat bantuan yang terkumpul dari penggalangan di Kota Padang sebesar uang tunai Rp 5 Juta rupiah dan 4 bal baju bekas. Namun, semua itu belum dihitung dengan yang terkumpul di luar Kota Padang. Apabila sudah di hitung totalnya, bantuan yang tidak sedikit tersebut dirasa cukup untuk sedikit meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah di Pesisir Selatan.


ITS bersama ITB mendirikan dua Institut baru

by ridho zulandra 7 komentar


Lulusan sarjana teknik dan sains yang masih sedikit, yaitu 4 % dari target 10 %. Hal itulah yang mendorong Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB)untuk mendirikan dua Institut baru yaitu Institut Teknologi Kalimantan dan Institut teknologi Sumatera. Untuk masalah di mana tepatnya lokasi dari dua Institut baru tersebut masih belum ada kepastian, tetapi untuk Institut Teknologi Kalimantan kandidat terkuatnya adalah di Propinsi Kalimantan Timur, sedangkan Institut Teknologi Sumatera adalah di Propinsi Sumatera Selatan.

Dipilihnya Kalimantan dan Sumatera sebagai lokasi dua Institut baru tersebut karena dinilai banyak SDM yang berkualitas terdapat di lokasi tersebut tetapi belum ada wadah yang dapat menampungnya. Setelah nanti keduanya berdiri diharapkan dapat menjadi Institut besar di Indonesia seperti ITS dan ITB. Dengan begitu, calon mahasiswa dari Kalimantan dan Sumatera tidak perlu susah-susah menyeberang ke pulau Jawa.

Awalnya pendirian dua Institut baru ini dikerjakan bersama-sama oleh ITS dan ITB yang berarti adanya pembagian kerja. Namun, karena pembagian kerja dinilai tidak efektif dan malah membuat susah, maka ditetapkanlah ITS fokus kepada pendirian Insttitut Teknologi Kalimantan, sedangkan ITB fokus kepada pendirian Institut Teknologi Sumatera. Adapun prosesnya dimulai dari uji kelayakan yang sudah dilakukan tahun sekarang, dilanjutkan dengan perencanaan pada tahun baru mendatang. Diharapkan pada tahun 2014 kedua Institut ini sudah bisa berjalan dan menerima mahasiswa barunya. Sedangkan jurusan atau bidang studi apa yang akan dibuka disesuaikan dengan kebutuhan dari daerahnya masing-masing.

Dari ITS sendiri, telah diadakan Forum Group Dicussion (FGD) yang diadakan di Balikpapan dan Samarinda. Di dalam FGD tersebut, tim Feassibility Study (FS) menyebutkan lokasi di Kalimantan Selatan yang paling cocok untuk dibangun Institut ini adalah di Balikpapan. Hal ini berdasarkan pertimbangan banyak faktor, diantaranya faktor budaya yang ada di sana, kebutuhan akan pendidikan, pertumbuhan penduduk, masyarakat usia produktif, kondisi sosial ekonomi masyarakat, ketersediaan dan kelayakan lahan, dan yang lainnya. Selain hal-hal tersebut, faktor yang juga diperhatikan adalah daerah mana yang belum terdapat perguruan tinggi negeri.

FGD sendiri juga menyebutkan ada 8 jurusan yang akan didirikan pada tahap awal, yaitu dalam bidang teknik terdiri dari industri, sipil, elektro dan mesin, dalam bidang sains terdiri dari matematika, fisika dan kimia. Masing-masing jurusan akan menerima 40 mahasiswa baru dengan dosen 6 orang.


Information System Expo 2011

by ridho zulandra 1 komentar

Adalah hal yang wajar apabila hari ulang tahun diperingati dengan sebuah acara yang bermanfaat dan dapat berbekas diingatan. Begitulah yang dilakukan jurusan Sistem Informasi ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke 10, jurusan Sistem Informasi ITS melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) mengadakan IS Expo (Information System Expo) yang diadakan selama lebih kurang 1 minggu dan acara puncaknya diadakan pada tanggal 2 November 2011 di Pusat Robotika ITS. Adapun dalam IS Expo tersebut terdapat beberapa rangkaian acara yang dimulai dari Visit JSI, yaitu kegiatan pengunjungan jurusan SI ITS bagi siswa SMA sederajat, lomba band antar SMA, seminar SAP, pemecahan rekor MURI dengan Update status jejaring sosial Twitter lewat 1.111 akun yang berbeda dan ISE Toningt (Together In One Night).Acara yang berlangsung meriah ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan tanggapan yang positif baik dari pengunjung maupun peserta. Terbukti dengan antusias dari yang mengikuti serangkaian acara tersebut dari awal sampai akhir.
Acara yang pertama, yaitu Visit JSI, diikuti oleh puluhan siswa SMA yang langsung datang ke jurusan SI ITS. Di sana mereka diperkenalkan beberapa elemen dari jurusan SI sendiri, mulai dari fasilitas kampus sampai kepada kegiatan pembelajaran dari salah satu dari mata kuliah yang ada. Mereka dipersilahkan untuk melihat labor-labor yang ada di SI, ruangan kelas, gazebo dan yang lainnya. Setelah itu, mereka diajak untuk mencoba salah satu mata kuliah, yaitu Keterampilan Interpersonal. Dalam mata kuliah itu yang dilatih adalah soft skill karena hal yang terpenting yang harus dimiliki oleh mahasiswa SI adalah soft skill yang terasah. Mereka sangat bersemangat untuk mengikuti seluruh kegiatan yang terangkum dalam Visit JSI.
Selain itu, acara yang lain adalah lomba band SMA sederajat. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa band yang tidak hanya berasal dari Surabaya saja, tapi juga ada yang dari luar Surabaya. Masing-masing band membawakan lagu yang berbeda. Tahap seleksi sudah dimulai sebelum acara Visit JSI dilaksanakan dan yang lulus seleksi akan tampil pada ISE Tonight. Pada tanggak 2 November dilangsungkan acara Seminar SAP pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB dan dilanjutkan dengan ISE Tonight pada pukul 15.00 sampai 24.00 WIB. Seminar SAP diikuti oleh puluhan orang yang tidak hanya dari ITS, ada juga yang dari UNAIR dan sebagainya. Dan adapun pemecahan rekor MURI dengan update status jejaring sosial Twitter lewat 1.111 akun yang berbeda, piagamnya diserahterimakan pada acara ISE Tonight.
Seperti yang kabanyakan terjadi pada puncak serangakaian acara, Terlihat peserta yang semakin antusias pada ISE Tonight. Peserta sangat menunggu-nunggu untuk acara ini karena memang pada ISE Tonight didatangkan bintang tamu yang spesial, yaitu Ten 2 Five. Dan Ten 2 Five memang disengajakan tampil pada jam-jam terakhir dari ISE Tonight. Semua itu dilakukan agar intensitas acara yang semakin ke ujung semakin meningkat. Namun, walaupun tampil pada jam-jam terakhir, tidak terlihat perasaan lelah dari peserta ketika sudah melihat band kesayangannya tersebut. Semua kesuksesan dari acara tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada persiapan yang matang dan kerjasama baik dari panitia maupun peserta.


Followers