SELAMAT DATANG DI PORTAL DARI MAHASISWA AWAK UNTUK INDONESIA                                                           DAPATKAN BERBAGAI TULISAN DAN OPINI TENTANG ISLAM, MINANGKABAU, NASIONAL DAN INTERNASIONAL, DUNIA MAHASISWA DAN YANG LAINNYA DI SINI                                                                                                                     

Film Religi, Sang Pencerah


07.17 |


Kebanyakan film-film di Indonesia yang laku di pasaran adalah film bergenre horor. Film-film tersebut hanya mengedepankan sex yang dapat merusak moral bagi yang menontonnya. Namun, tidak begitu yang terjadi pada film Sang Pencerah. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini mengangkat tema tentang tata kehidupan sekarang ini hubungannya dengan ajaran-ajaran Islam.

Adapun produser dan penulis dari film ini adalah Raam Punjabi dan Hanung Bramantyo. Film ini dibintangi oleh sederetan bintang film yang ternama, yaitu Lukman Sardi, Yati Surachman, Slamet Rahardjo, Giring Ganesha, Ikranagara, Muhammad Ihsan Tarore, Zaskia Adya Mecca, Sujiwo Tejo, Dennis Andhiswara dan Agus Kuncoro.

Film ini menceritakan tentang kerisihan seorang pemuda berusia 21 tahun yang bernama Darwis Muda (Muhammad Ihsan Tarore) terhadap pelaksanaan ajaran Islam yang dinilainya telah mengarah kepada kesesatan. Sekembalinya dari Mekah, dia mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan. Ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya. diantaranya arah kiblat yang selama ini ada di Masjid Besar Besar Kauman, Yogyakarta selama ini bukanlah menghadap ke Ka'bah, melainkan melenceng beberapa derajat yang mengakibatkan arahnya berubah menjadi ke Afrika. Selain itu, tradisi sesajen yang disertakan dalam doa juga dianggapnya sebagai bentuk kemusyrikan.

Ahmad Dahlan tidaklah hanya diam semata atas hal-hal yang mengganggu pikirannya tersebut. Dia telah berusaha untuk mengusulkannya kepada imam besar dan penghulu setempat. Akan teta[pi, usulnya tersebut malah dianggap sebagai suatu pembangkangan terhadap apa yang telah diyakini selama ini.

Ahmad Dahlan terus melanjutkan dakwahnya dengan mendirikan langgar kidul yang betempat di samping rumahnya. Tenpat tersebut digunakan untuk dakwah dan mengajar mengaji bagi siapa yang mau mengikutinya. Akan tetapi, lagi-lagi apa yang di usahakan Ahmad Dahlan tidak disetujui dan dianggap sebagai tempat untuk mengajarkan aliran sesat hingga akhirnya tempat tersebut dibakar dan diamuk massa.

Ada banyak pelajaran yang terdapat di dalamnya. Selain nilai agama juga ada nilai moral. Film tersebut juga sangat diapresiasikan oleh seluruh masyarakat Indonesia mengingat sangat sedikitnya film yang bertemakan sejenis


Comments
2 Comments

2 komentar:

rang minang mengatakan...

jd tertarik menontonnya secara langsung..
keep posting

andi ard mengatakan...

film yg sgt menginspiratif skali

Posting Komentar

Followers